Separatisme Menurut Pandangan Empat Imam Mazhab

Keledar, Karlinda (2020) Separatisme Menurut Pandangan Empat Imam Mazhab. Skripsi thesis, IAIN Ambon.

[img] Text
BAB I, III, V.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FULL SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini berkenaan dengan Studi Hukum Islam, terhadap pandangan empat imam mazhab mengenai separatisme dalam Islam. Pokok permasalahan dalam kajian ini adalah Bagaimana Konsep Separatisme Dalam Islam dan Bagaimanakah Analisis Pendapat Empat Imam Mazhab Terhadap Separatisme. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian skripsi ini yang merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu bentuk penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variable mengenai separatisme dan pendapat empat imam mazhab dengan pendekatan syari’i dan yuridis, yaitu merupakan bentuk penelitian pustaka (Library Research), dengan metode analisis deskriptif korelasional yang bertujuan untuk, menguji dan mengevaluasi suatu teori yang menggambarkan tentang pandangan empat imam mazhab terhadap separatisme. Hasil penelitian menunjukan bahwa separatisme dalam Islam merupakan suatu pemberontakan terhadap suatu kepemimpinan atau imam dengan membentuk kelompok untuk melawan pemerintahan yang sah sedangkan separatisme menurut Empat Imam Mazhab terdapat beberapa persamaan maupun perbedaan. Persamaan pendapat empat imam Mazhab terhadap separatisme yaitu menolak atau tunduk kepada kepemimpinan (imam), separatisme berupa cara atau penolakan terhadap kepemimpinan dengan cara menggulingkannya dan separatisme itu membentuk kelompok atau kekuatan untuk menentang kekuasaan yang sah dengan cara yang tidak benar sedangkan perbedaan pendapat atau makna dalam menafsirkan separatisme dalam Pandangan Imam Syafii, Maliki, Hambali, Hanafi terhadap separatisme mengandung makna yang berbeda seperti makna “kekuatan” yang merupakan jumlah yang banyak dari para anggota yang memberontak, atau kekuatan fisik dan senjata, serta dukungan logistic dan dana yang memungkinkan untuk mereka mengadakan perlawanan. Imam Hambali mengartikan kekuatan dengan sesuatu (gabungan orang dan senjata) yang untuk menumpasnya diperlukan prajurit yang banyak. Sedangkan Imam Syafi‟i mensyaratkan untuk terwujudnya kekuatan diperlukan seorang pemimpin yang ditaati, karena kekuatan tidak akan sempurna kecuali dengan adanya seorang pemimpin. Dari sisi makna kekuatan saja sudah mengandung perbedaan dalam pendapat para empat imam mengenai separatisme, hanyalah dari pemaknaan tersebut mempunyai tujuan yang sama terhadap separatisme yaitu menentang kepemimpinan dengan cara yang tidak benar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/Pembimbing: Pembimbing I : Dr. Rajab, M. Ag / Pembimbing II : Thalhah, MA
Uncontrolled Keywords: Separatisme
Subjects: Perbandingan Mazhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Yunita Febriani
Date Deposited: 18 Feb 2021 06:05
Last Modified: 18 Feb 2021 06:05
URI: http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/1084

Actions (login required)

View Item View Item