Problematika Pernikahan Beda Agama Perspektif Maslahat

Henan, Musanif (2023) Problematika Pernikahan Beda Agama Perspektif Maslahat. Tesis thesis, IAIN Ambon.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (824kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (466kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (761kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (310kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (286kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (464kB)

Abstract

Tesis ini mengeksplorasi penafsiran imam Mazhab terhadap konsep ahl-kitab yang menjadi dalil maslahat,disebut dengan hajjiyyat al-Khamsah. Adapun rumusan masalah (i)Bagaimana hukum pernikahan beda agama dalam Islam? (ii) Bagaimana pertimbangan maṣlaḥat dalam pernikahan beda agama? Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), metode yang digunakan dalam tesis ini menggunakan pendekatan maṣlaḥat atas al-Quran yang berfokus kepada perwujudan tujuan syariat. Dengan menggunakan pendekatan syara' deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan adalah metode berfikir induktif dan komparatif, yaitu mengambil kesimpulan dari hal yang umum kepada suatu kesimpulan yang khusus. Teori yang digunakan untuk menganlisis data adalah teori maslahat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Setelah ditinjau berdasarkan hukum Islam, mayoritas ulama sepakat pelarangan pernikahan beda agama antara muslim terhadap wanita musyrik dan kebolehan menikahi wanita ahl-kitab. Adapun konsep maslaḥat setelah diteliti, termasuk kategori maṣlaḥat al-khams. Karena menyangkut kebutuhan (hajjiyyat) yang bersifat relatif (zhanni) sesuai kehendak ‘syara'. Dilihat dari segi keberadaan pokok kajian ini masuk dalam kategori maslahat mursalah sebagaimana mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali mengkhususkan pernikahan muslim dengan wanita ahl-Kitab hanya ditujukan pada keturunan bangsa Yahudi dan Nasrani sejak saat itu, bukan komunitas penganut yang baru. Hal ini sejalan dengan metode maṣlaḥat mursalah. Adapun mazhab Hanafi dan mazhab Maliki membatasi pernikahan dengan ahl-Kitab yang berada di wilayah dzimmi, apabila berada di wilayah harbi maka hukumnya makruh karena dikhawatirkan akan timbul fitnah.

Item Type: Thesis (Tesis)
Additional Information/Pembimbing: Dr. Hasan Lauselang, M.Ag. / Dr. Abdul Muher, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Pernikahan beda agama, maṣlaḥat mursalah, ahl-kitāb
Subjects: Hukum Keluarga
IAIN Ambon > Fakultas Syariah > Hukum Keluarga

Hukum Islam > Fiqih > Nikah
Divisions: Pascasarjana > Hukum Keluarga
Depositing User: La Iba
Date Deposited: 12 Dec 2023 01:01
Last Modified: 12 Dec 2023 01:01
URI: http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/4116

Actions (login required)

View Item View Item