Perbedaan Karakteristik Kitosan dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Jantan dan Betina

Rengirit, Kalsum Ramadhan (2023) Perbedaan Karakteristik Kitosan dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Jantan dan Betina. Skripsi thesis, IAIN Ambon.

[img] Text
HALAMAN AWAL.PDF

Download (791kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (213kB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (305kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (517kB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (86kB)
[img] Text
Daftar Pustaka - Lampiran.pdf

Download (1MB)

Abstract

Rajungan jantan dan rajungan betina memiliki perbedaan pada morfologinya terlihat pada bentuk tubuh, ukuran sapit dan corak pada cangkangnya. Biasanya daging rajungan dimanfaatkan untuk dikonsumsi sementara cangkang rajungan jarang dimanfaatkan sehingga menjadi limbah hasil perikanan. Limbah cangkang rajungan jantan dan betina dapat mencemari lingkungan maka dari itu perlu diolah menjadi bahan yang bernilai ekonomis seperti kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik kitosan dari limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) jantan dan betina. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksperimen labotarium untuk mengetahui kandungan kitosan pada limbah cangkang rajungan jantan dan betina. Peneitian ini dilaksanakan pada 20 Februari sampai dengan 06 Juni 2023 yang berlokasi di Labotarium MIPA IAIN Ambon dan Labotarium Kimia Organik Universitas Hasanuddin Makasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik kitosan dari limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) jantan dan betina memiliki perbedaan terhadap nilai rendemen akhirnya. Pada tahap deasetilasi nilai rendemen jantan lebih rendah dari betina yaitu jantan 45,50% dan betina 55,78%. Kadar air pada rajungan jantan lebih rendah daripada betina yaitu 0,05% dan betina 0,07%. Dengan nilai derajat deasetilasi (DD) pada rajungan jantan lebih besar dari betina yaitu rajungan jantan sebesar 96,37% dan betina sebesar 91,16%. Sehingga berdasarkan karakteristik kadar air dan DD maka kitosan dari rajungan jantan lebih baik dari rajungan betina.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/Pembimbing: Dr. Nur Alim Natsir, M.Si / Heni Mutmainnah, M.Biotech
Uncontrolled Keywords: Rajungan Jantan, Rajungan Betina, Kitosan.
Subjects: Pendidikan Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Biologi
Depositing User: La Iba
Date Deposited: 21 Dec 2023 01:02
Last Modified: 21 Dec 2023 01:02
URI: http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/4179

Actions (login required)

View Item View Item