Search for collections on Repository UIN AM Sangadji Ambon

SKRIPSI _ Eksistensi budaya tanpa bahasa daerah ada masyarakat adat studi kasus ada masyarakat desa Tabarfane Kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru

Saitian, Rosmini (2024) SKRIPSI _ Eksistensi budaya tanpa bahasa daerah ada masyarakat adat studi kasus ada masyarakat desa Tabarfane Kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru. Skripsi thesis, UIN A. M. Sangadji Ambon.

[img] Text
COVER.pdf

Download (609kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (321kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (620kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (199kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (767kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (188kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN.pdf

Download (820kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Eksistensi budaya tanpa bahasa daerah pada Masyarakat adat studi kasus pada Masyarakat desa Tabarfane kecamatan Aru selatan utara Kabupaten kepulauan Aru”. Adapun permasalahan yang di angkat dalam skripsi ini adalah Bagaimana Eksistensi Budaya Tanpa Bahasa Daerah Bagi Masyarakat Adat Di Desa Tabarfane ? Apa Faktor-Faktor Pendukung Dan Penghambat Bahasa Daerah Dengan Identitas Desa Tabarfane ? kemudian menjawab beberapa Permasalah tersebut, peneliti menggunakan metode Penelitian Kualitatif. Sedangkan teknik Analisis yang akan di pergunakan adalah teknik Analisis Deskriptif. Penelitian ini menemukan punahnya Bahasa Daerah di kalangan remaja dan Masyarakat ( studi kasus di desa Tabarfane kecamatan Aru Selatan Utara Uabupaten kepulauan aru. Diantaranya adalah penuturan informasi jelas menyebutkan bahwa kemampuan berbahasa daerah pada Masyarakat desa Tabarfane khususnya pada kalangan remaja sudah tidak ada, dan bahkan di anggap tidak penting , bahasa lain cenderung lebih penting.fenomena ini tentu sudah merupakan ketidak setiaan terhadap bahasa sendiri, kebanggaan terhadap jati diri pun mulai pudar bahkan penggunaan kesehariannya pun sudah tidak lagi menggunakan bahasa daerah, hilangnya tanda bahasa daerah di kalangan remaja, kurangnya penggunaan bahasa pada lingkungan, kurangnya pemahaman remaja terhadap bahasa daerah .Faktor-faktor kepunahan bahasa daerah di desa Tabarfane yaitu: Melemahnya sosialisasi dalam lingkungan keluarga , Faktor kurangnya pemahaman remaja terhadap bahasa daearah , faktor kurangnya kesadaran generasi remaja, faktor perkawinan campur antar suku. Adapun yang peneliti temukan dari hasil penelitian yaitu bahasa daerah di desa tabarfane sudah mulai punah akan tetapi tidak dengan budayanya, dan budaya di desa tabarfane tetap dilestarikan oleh Masyarakat di sana meskipun bahasa daerah sudah mulai hilang, karena masyarakat disana beranggapan bahwa tidak menggunakan bahasa daerah dalam upacara adat tidak berpengaruh. Kata Kunci : Eksistensi Budaya Tanpa Bahasa Daerah Pada Masyarakat Adat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/Pembimbing: Pembimbing I : Dr.M Ridwan Tunny M,Si. _ Pembimbing II: Israwati Amir M.Pd
Subjects: Sosiologi Agama
UIN AM Sangadji Ambon > Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Sosiologi Agama
Divisions: Berdasarkan Subyek > Sosiologi Agama
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: Usemahu Abdullah
Date Deposited: 18 Sep 2026 14:39
Last Modified: 18 Sep 2026 14:39
URI: http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/5017

Actions (login required)

View Item View Item