Search for collections on Repository UIN AM Sangadji Ambon

TESIS _ Posisi perempuan dalam Tradisi Posuo : Analisis perubahan sosial masyarakat di Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah

Ode, Yuni (2026) TESIS _ Posisi perempuan dalam Tradisi Posuo : Analisis perubahan sosial masyarakat di Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Tesis thesis, UIN A. M. Sangadji Ambon.

[img] Text
SAMPUL SAMPAI DAFTAR ISI.pdf

Download (665kB)
[img] Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (233kB)
[img] Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (381kB)
[img] Text
BAB III METODE PENELITIAN.pdf

Download (244kB)
[img] Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V PENUTUP.pdf

Download (164kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf

Download (837kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses pelaksanaan tradisi posuo pada Masyarakat di desa tulehu kecamatan salahutu kabupaten maluku Tengah dan untuk menganalisis perubahan sosial pada tradisi posuo yang berkaitan dengan Perempuan di desa tulehu kecamatan salahutu kebupaten maluku Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriftif dengan pendekatan etnografi. Adapun informan penelitian ini 12 orang terdiri dari informan kunci dan informan utama. Penelitian ini dilakukan di desa tulehu kecamatan salahutu kabupaten maluku Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian di analisis dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pelaksanaan Tradisi Posuo di Desa Tulehu berlangsung melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Tahap pelaksanaan terdiri atas serangkaian prosesi berurutan, yaitu pauncura (pengukuhan), panimpa (pemberkatan), palego (menggerakkan badan), padole (pembaringan), pasipo (penyuapan), posuo (pengurungan selama 4 hari 4 malam), dan diakhiri dengan matana posuo (malam puncak) yang mencakup pemilihan ketupat sebagai simbol penentuan jodoh, mandi ritual, serta pengucapan dua kalimat syahadat sebagai tanda peneguhan keislaman. Kedua, tradisi Posuo mengalami perubahan sosial yang bersifat transformasi selektif: esensi ritual dipertahankan, sementara bentuk-bentuk luarnya diadaptasi sesuai tuntutan zaman. Perubahan tersebut meliputi pemendekan durasi ritual dari 8–14 hari menjadi 4 hari, penyesuaian waktu pelaksanaan dengan jadwal sekolah, penggunaan rekaman musik menggantikan alat musik langsung, pergeseran kompensasi bhisa dari barang menuju uang tunai, serta munculnya model posuo kolektif untuk efisiensi biaya. Faktor-faktor pendorong perubahan meliputi modernisasi, pendidikan formal, urbanisasi, ekonomi pasar, dan pengaruh gerakan kesetaraan gender. Kata Kunci: Tradisi Posuo, Perubahan Sosial, Perempuan, Gender, Masyarakat

Item Type: Thesis (Tesis)
Additional Information/Pembimbing: Pembimbing I : Dr. Sri Ratna Dewi Lampong, M.A - Pembimbing II: Dr. Saidin Ernas, M.Si
Subjects: Sosiologi Agama
UIN AM Sangadji Ambon > Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Sosiologi Agama
Divisions: Berdasarkan Subyek > Sosiologi Agama
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: Usemahu Abdullah
Date Deposited: 10 Jul 2026 09:10
Last Modified: 10 Jul 2026 09:10
URI: http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/4936

Actions (login required)

View Item View Item