Asawala, Sarnawiah (2024) SKRIPSI _ Tradisi Tiris Kaki dan Lingkar Kain dalam pernikahan bagi masyarakat Desa Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Skripsi thesis, UIN A. M. Sangadji Ambon.
|
Text
COVER_DAFTAR ISI.pdf Download (751kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (620kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (500kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (312kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (787kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_SURAT PENELITIAN.pdf Download (646kB) |
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan makna simbol dari Tradisi Tiris Kaki dan Lingkar Kain Dalam Pernikahan Bagi Masyarakat Desa Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 September – 12 Oktober 2023 dengan yang diambil dalam penelitian ini adalah Desa Iha Ulupia. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini dari narasumber yang dianggap benar – benar memahami masalah yang diteliti oleh peneliti. Dan untuk menganalisa data yang di peroleh melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi, kemudian data yang di peroleh di analisis dengan menggunakan tahap reduksi data, pengkajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa Tradisi Tiris Kaki dan Lingkar Kain Dalam Pernikahan di Desa Iha dilakukan sebelum acara akad nikah atau ijab kabul dilakukan. Setelah tradisi tiris kaki selesai dilakukan oleh saudara perempuan mempelai pria (ipar) kemudian dilanjutkan dengan tradisi lingkar kain yang dilakukan oleh seorang nenek dari mempelai pria. Tradisi ini dilakukan saat mempelai wanita sudah diantarkan oleh keluarganya dari kediamannya menuju ke kediaman mempelai pria. Sesampainya di depan pintu masuk rumah mempelai pria barulah tradisi ini dilakukan. Makna dalam tradisi ini yaitu mempelai wanita sudah diterima dengan baik oleh keluarga dari mempelai pria. Tradisi tiris kaki memiliki makna bahwa mempelai wanita meninggalkan segala sifat dan perilaku yang tidak baik di selama belum menikah di rumah yang dia tempati sebelumnya. Jangan ikut melangkah membawanya masuk ke dalam rumah tangganya. Sedangkan tradisi lingkar kain memiliki makna bahwa mempelai pria menerima dengan baik mempelai wanita masuk ke dalam keluarga mereka. Merawatnya seperti sewaktu ibunya melahirkan dan merawatnya sejak kecil sampai ia telah menikah. Kata Kunci: Tradisi, Pernikahan, Tiris Kaki, Lingkar Kain.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information/Pembimbing: | Pembimbing I : Dr. M. Ridwan Tunny, M.Si _ Pembimbing II: H. Muhammad M. Laitupa, M.Pd |
| Subjects: | Sosiologi Agama UIN AM Sangadji Ambon > Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Divisions: | Berdasarkan Subyek > Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | Usemahu Abdullah |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 13:14 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 13:14 |
| URI: | http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/5022 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
